Fakta Stress Pikiran Memperburuk Penyakit Diabetes

Selasa, 05 Februari 2019 | Kesehatan
Fakta Stress Pikiran Memperburuk Penyakit Diabetes

Fakta Stress Pikiran Memperburuk Penyakit Diabetes

Fakta Stress Pikiran Memperburuk Penyakit Diabetes

Fakta Stress Pikiran Memperburuk Penyakit Diabetes - Diabetes merupakan penyakit nomor 3, sehingga diabetes perlu diwasapadai. Diabetes adalah penyakit kronis dimana kadar gula(glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal.

Diabetes ditandai dengan gangguan pengaturan gula darah dalam tubuh akibat berbagai hal seperti:

  • Kurangnya produksi insulin oleh pankreas
  • Kurangnya respon tubuh terhadap insulin
  • Adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja insulin

Gejala Apa saja yang mempengaruhi penyakit diabetes

  1. Sering merasa haus.
  2. Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  3. Sering merasa sangat lapar.
  4. Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  5. Berkurangnya massa otot.Terdapat keton dalam urine.
  6. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
  7. Lemas.
  8. Pandangan kabur.
  9. Luka yang sulit sembuh.
  10. Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Stres adalah mejadi salah satu penyebab diabetes.

Baca Juga : Habbatussauda dapat Mengatasi Diabetes

Kenapa Stres berpengaruh terhadap diabetes bahkan memperburuknya?

Karna stres mempengaruhi fungsi tubuh, termasuk regulasi atau pengaturan gula darah dalam tubuh.
Tidak hanya pada orang yang menderita diabetes saja, ketika orang tersebut mengalami stres maka akan secara alami kadar gula darah di dalam tubuh meningkat. Peningkatan kadar gula darah yang terjadi merupakan respon akibat stres yang dialami. Respon yang dilakukan oleh tubuh sebagian besar adalah perubahan kadar berbagai jenis hormon yang dapat mempengaruhi kadar gula darah.

Baca Juga  :Khasiat Ekstrak Habbatussauda

Hormon yang muncul ketika stres adalah adrenalin dan kortisol, yang mana kedua hormon ini juga berfungsi untuk meningkatkan gula darah dalam tubuh. Karena tanpa disadari, kondisi stres bisa menguras energi dan tenaga yang ada di dalam tubuh yang seharusnya dipakai untuk beraktivitas. Oleh karena itu tidak jarang orang yang mengalami stres juga sering kali merasa cepat lelah.

Kortisol dan adrenalin dikeluarkan oleh tubuh agar tubuh tidak kekurangan energi dan menyebabkan gula darah naik. Pada orang yang normal, mereka memiliki kompensasi atau pengaturan tubuh untuk menjaga kadar gula darahnya tetap stabil. Tetapi tidak pada penderita diabetes, kondisi resistensi insulin atau kekurangan insulin menyebabkan gula darah tidak dapat dikontrol dan dijaga. Saat penderita diabetes tidak bisa mengontrol gula darahnya, maka berbagai komplikasi dapat terjadi, seperti gagal jantung, gagal ginjal, dan stroke.

Cara mengatasi stres dan diabetes dengan obat alami

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi Stres dan Diabetes adalah dengan mengunakan obat alami seperti habbatussauda.
Habbatussauda memiliki kandungan saponin yang bisa mengatasi stres. Saponin yang terdapat didalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf.
Cara kerja habbatussauda juga sangat mirip dengan thiazolidinedione. Senyawa thiazolidinedione bisa memperbaiki sensitifitas insuli. Senyawa tersebut bekerja dengan cara mengaktifkan gen-gen yang dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan sintesa lemak, bisa juga menurunkan tekanan darah, meningkatkan kolestrol baik(HDL),dan menjaga kesehatan jantung.

Dan kandungan thymoquinone pada ekstrak biji habbatssauda dinyatakan mampu menekan stres oksidatif dan proliferasi ginjal yang disebabkan oleh minyak terhidrogenasi yang teroksidasi dari makanan yang kita makan. Makanan yang mengandung miinyak terhidrogenasi juga bisa menjadi sebab stres oksidatif di hati.

Stres oksidatif memainkan peran penting dalam pengembangan komplikasi diabetes tipe 2, baik mikrovaskuler maupun kardiovaskuler. Stres oksidatif juga memperburuk penyakit ginjal sebagai salah satu komplikasi utama dari penyakit diabetes melitus. Habbatssauda dinilai mampu untuk mencegah kondisi ini. Habbatssauda efektif menurunkan kadar gula darah tinggi ke kadar normal dan sudah teruji.

Cara Mencegah Diabetes Antara Lain :

  1. Tahu apa itu diabetes Mengurangi porsi makan
  2. Olahraga
  3. Menurunkan berat badan Sarapan sangat penting
  4. Hindari makanan berlemak
  5. Hindari minuman manis Hindari stres
  6. Makan banyak sayuranTidur nyenyak
Fakta Stress Pikiran Memperburuk Penyakit Diabetes, cara atasi penyakit diabetes

  • Khasiat Utama dari Habbasyifa

    Khasiat Utama dari Habbasyifa

    Habbasyifa adalah minyak Habbatusauda Habbasyah yang diolah dan dimasukan ke dalam kapsul. Habbasyifa sendiri diambil dari Habbatussauda berkualitas yang diperoleh dari proses cold pressure atau proses melakukan tekanan pada suhu…

  • Manfaat dari Habbatussauda Jenis Cair

    Manfaat dari Habbatussauda Jenis Cair

    Sejatinya, habbatussauda adalah biji jintan hitam yang berasal dari tanaman berbunga tahunan bernama Nigella sativa dari keluarga Ranunculaceae, tanaman asli Asia Selatan dan Asia Barat...

  • Cara Menambah Nafsu Makan Anak

    Cara Menambah Nafsu Makan Anak

    Kekhawatiran terbesar orang tua adalah ketika anak mudah sakit, sebentar-sebentar demam, sebentar-sebentar batuk pilek. Daya tahan tubuh anak memang sedang berkembang pada masanya, dengan banyaknya bakteri dan virus yang berada…

  • Pengobatan dan Pecegahan Penyakit Roseola

    Pengobatan dan Pecegahan Penyakit Roseola

    Hingga waktu ini belum ditemukan vaksin yang mampu mencegah roseola. dikarenakan itu, langkah paling baik yang bisa dilakukan buat mencegah penularan penyakit ini ialah dgn menjauhkan anak kamu dari penderita…

  • Serupa Tapi Tak Sama Bells Palsy Sering Di Klaim Sebagai Stroke

    Serupa Tapi Tak Sama Bells Palsy Sering Di Klaim Sebagai Stroke

    Bell's palsy dapat terjadi pada wanita dan pria. Sebagian besar kasus terjadi pada orang berusia 20 hingga 40 tahun, tetapi orang tua memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ini karena…